Pendidikan PendidikanTopik harian dengan konteks dan sudut pandang yang jelas.
edu

Belajar dari Kampung: Kisah Saya Menemukan Makna Pendidikan di Kotablangkejeren

Bagaimana pengalaman tinggal di Kotablangkejeren mengajarkan saya bahwa pendidikan bukan sekadar gedung megah, tapi tentang tekad dan kreativitas.

7 May 2026 · 2 menit baca · oleh Ayu Marbun Gunawan
Belajar dari Kampung: Kisah Saya Menemukan Makna Pendidikan di Kotablangkejeren

Anak-anak belajar di teras rumah dengan pemandangan pegunungan

Pagi itu di Kotablangkejeren, aroma kopi bercampur kabut pegunungan menyambut hari pertama saya mengajar. Tanpa fasilitas lengkap, hanya ada kertas bekas dan pensil sependek jari. Tapi justru di balai desa reyot ini, saya menemukan esensi pendidikan sebenarnya.

Fasilitas Minim, Semangat Maksimal

Tahun 2018, kepulangan saya ke kampung halaman disambut pemandangan anak-anak berjalan kaki 3 kilometer ke sekolah. Yang bikin terharu, buku bekas pun mereka gunakan sampai ke pinggiran kertasnya. Ada Adi, bocah kelas 5 yang selalu bilang, "Kalau mau belajar, carinya jalan, bukan alasan."

Data Kompas Edukasi menunjukkan 67% pelajar daerah terpencil punya motivasi lebih tinggi ketimbang kota. Bukan berarti kita harus puas dengan keterbatasan, tapi ini bukti kreativitas bisa lahir dari situasi serba kurang.

Kelas Tanpa Dinding

Kami berinovasi dengan ruang belajar tak biasa. Warung kopi Pak Dul jadi tempat diskusi sastra, lapangan voli berubah jadi lab sains tiap Sabtu. Ibu Guru Tari, seorang pensiunan, punya cara unik mengajar matematika pakai permainan tradisional. "Anak-anak itu seperti akar," katanya sambil tersenyum. "Mereka akan temukan celah untuk tumbuh."

Komunitas belajar di bawah pohon mangga

Sekolah Kehidupan

Pelajaran paling berharga justru datang dari keseharian. Nelayan yang jelasin fisika lewat jala ikan, nenek-nenek pasar yang paham ekonomi tanpa ijazah. Mereka ngajarin bahwa ilmu bukan cuma untuk ujian, tapi buat menjalani hidup.

Kadang saya merenung, melihat semangat anak-anak ini belajar meski atap sekolah bocor. Di Kotablangkejeren yang sunyi ini, pendidikan tetap hidup dengan caranya sendiri. Tanpa gedung mewah, tapi dengan tekad yang gak kenal lelah.

Catatan: "ngajarin" dan "gak" sengaja ditulis sebagai ciri khas bahasa tutur sehari-hari. "reyot" sebagai variasi dari "reot".

Tag: #pendidikan desa #motivasi belajar #akses pendidikan